Selasa, 27 Maret 2012
arti singkatan dari YKK..^^
Singkatan YKK merupakan kepanjangan dari Yoshida Kogyo Kabushikikaisha (cara mengatakan; lima kali cepat). Pada tahun 1934 Tadao Yoshida mendirikan Yoshida Kogyo Kabushikikaisha (diterjemahkan Yoshida Industries Limited). Perusahaan ini di dunia kini terkemuka sebagai produsen ritsleting, membuat sekitar 90 persen dari seluruh ritsleting di lebih dari 206 fasilitas di 52 negara.
Pada kenyataannya, mereka tidak hanya membuat ritsleting, mereka juga memproduksi mesin pembuat ritsleting; tidak ada kata "tidak" jika mereka sekaligus membuat spare parts, mesin-mesin yang membuat ritsleting. Pabrik YKK terbesar berada di Georgia, Amerika dan membuat lebih dari 7 juta ritsleting per hari.
Dalam hal apapun, Mr Yoshida mendirikan perusahaan terbaik dengan mempraktikkan prinsip yang dia sebut sebagai "Cycle of Goodness" atau "Lingkaran Kebajikan". Yakni, "Tidak ada seorang pun yang berjaya dan makmur, kecuali ia memberi manfaat bagi orang lain" Dengan menggunakan prinsip ini, Mr Yoshida berupaya untuk menciptakan ritsleting terbaik di pabrikannya yang akan terus memproduksi yang terbaik dalam periode waktu yang panjang hingga akhir.
Hal ini pada gilirannya akan menguntungkan produsen yang menggunakan ritsleting dan pelanggan akhir (konsumen) dan karena hal-hal yang menguntungkan perusahaan YKK itu, maka referensi penjualan ritsleting mereka menjadi meningkat, sehingga Mr Yoshida mampu menyelesaikan "Cycle of Goodness" atau "Lingkaran Kebajikan"; merupakan "Zen moment" atau (Kekuatan yang besar, timbul hanya dari pemikiran yang sederhana).
Jadi waktu berikutnya ketika teman-teman membuka-tutup celana, tas dan peralatan lain yang menggunakan ritsleting, maka luangkan waktu untuk mengingat Mr Yoshida, karena dialah pencetus YKKdi hampir semua risleting yang ada di dunia ini...hhmm.
asal usul persebaran manusia di kepulauan indonesia
skema pembabakn waktu berdasarkan geologi
-zaman arkaekum
-zaman paleozoikum
-zaman mesozoikum
-zaman neozoikum atau kainozoikum
-zaman arkaekum
-zaman paleozoikum
-zaman mesozoikum
-zaman neozoikum atau kainozoikum
zaman arkaekum
zaman arkaekum berlangsung sekitar 2500 juta tahun yang lalu. pada waktu ini belumada tanda-tanda kehidpan. karena suhu bumi yang sangat panas, kulit bumi masih dalam tahap pembentuan sehingga belum ada kehidupan.
zaman paleozoikum
zaman paleozoikum berlangsung sekitar 340 juta tahun yang lalu. pada zaman ini mulai ditemukanya tanda-tanda kehidupan berupa hewan yang bersel satu. jenis makhluk hidup lain adalah ika, reptil, dan lainnya. oleh karena itu zaman ni sering disebut zaman primer.
zaman mesozoikum
zaman ini berlangsung sekitar 140 juta tahun yang lalu. pada zaman ini kehidupan mulai berkembang pesat, terutama binatang-binatang yang sangat besar seperti dinosaurus, atlantosurus dan jenis burung besar lainnya. zaman ini sering disebut zaman reptil karena makluk hidup jenis reptil berkembang pesat pada zaman ini. zaman inijuga disebut zaman sekunder yang artinya zaman kedua.
zaman neozoikum atau kainozoikum
zaman neozoikum belangsung sekitar 60 juta thun yang lalu. keaadan bumi semkin membaik dan kehidupan berkembang pesat.
zaman ini terbagi atas 2 zaman, yaitu
-- kala pleistosin atau zaman divilum atau zaman es.
pada zaman ini suhu dipermukaan bumi mengalami perubahn secara tiba-tiba. ini mengakibatkan es dikuub mencair dan menutupi sebagian daratan dan sebaliknya.
--kala holosin
pada zaman ini jenis homo sapiens mulai hidup dan berkembang. Homo sapiens adalah jenis manusia seperi manusia sekarang.
hipotesis tentang asal usul persebaran manusia dikepulauan INDONESIA
A. hipotesis yang berkaitan dengan asal-usul manusia
1. hipotesis yang pertama menyatakan bahwa, manusia purba berasal dari satu tempat kemudian menyebar keberbagai wilayah didunia
2. hipotesis yang kedua menyatakan bahwa manusia purba berasal dari banyak tempat kemudian menyebar
hipotesis tentang urutan kronologi yang mendiami bumi
secar umum uruan kronologi yang mendiami bumi adalah HOMO HABILIS-HOMO ERECTUS-HOMO SAPIENS. Sementara banyak pendapat yang menyatakan bahwa dalam satu zaman terdapat lebih dari satu spesies yang sama
hipotesis yang berkaitan dengan tingkat perkembangan ciri fisik dan perilaku homo
berdasrkan hasil penelitian tidak terdapat kepaduan dalam perkembangan manusia dalam bidang anatomi. Sperti penguatan postur bipedal, bertambahnya keluwesan tangan, pertambahan ukuran volume otak dan perkembangan susunan gigi penggiling dan pengunyah. Sebagai contoh, Australopithesin telah memiliki postur bipedal jauh pada 3,6 juta tahun yang lalu namun baru mengalami pertambahan volume otak pada jenis HOMO.
isi sms untuk yang pertama kali...^^
Para ahli telah mendiskusikan tentang kemungkinan mengirim pesan teks lewat telepon seluler sejak tahun 1980-an. Kemudian di awal tahun 1985, dalam sebuah diskusi yang dipimpin seorang ahli bernama J Audestad memutuskan untuk menjadikan layanan pengiriman pesan teks atau SMS ini menjadi salah satu fasilitas telepon seluler yang menggunakan sistem GSM.
Kemudian pada 3 Desember 1992, SMS pertama di dunia dikirimkan menggunakan jaringan GSM milik operator telepon bernama Vodafone. SMS pertama ini dikirimkan oleh seorang ahli bernama Neil Papwort kepada Richard Jarvis menggunakan komputer. Isi teks yang pertama dikirim itu berbunyi ‘Merry Christmas’ (Selamat Natal).
Saat pertama dikembangkan, penggunaan SMS belum memasyarakat seperti sekarang. Waktu itu, rata-rata pengguna telepon GSM hanya mengirimkan 0,4 SMS per bulan. Ini terjadi karena fasilitas untuk mengirim SMS waktu itu masih sangat terbatas.
![]() |
| Neil Papwort (kiri) dan Richard Jarvis |
Tapi dalam perkembangannya, SMS kemudian menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Secara mengejutkan perkembangan penggunaan SMS terjadi tahun 2000. Waktu itu, setiap pengguna telepon seluler GSM mengirim 35 SMS setiap bulan. Di tahun 2006, keuntungan yang diraih oleh semua operator GSM di seluruh dunia dari bisnis SMS mencapai 60 miliar dolar Amerika. Harga rata-rata pengiriman SMS di dunia 0,11 dolar Amerika.
Di Indonesia, sekarang penggunaan SMS juga telah mengubah banyak cara hidup manusia. Ucapan selamat ulang tahun, selamat tahun baru, minal aidhin wal faizin, dan sebagainya, tak lagi selalu disampaikan lewat selembar kartu, tapi lewat SMS. Undangan perkawinan, undangan rapat, undangan selamatan, juga lebih banyak disampaikan lewat SMS.
perilaku konsumen
1. PENGERTIAN
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, sera pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.
Konsumen adalah seseorang yang menggunakan barang atau jasa. Konsumen diasumsikan memiliki informasi atau pengetahuan yang sempurna berkaitan dengan keputusan konsumsinya. Mereka tahu persis kualitas barang, kapasitas produksi, teknologi yang digunakan dan harga barang di pasar.
Mereka mampu memprediksi jumlah penerimaan untuk suatu periode konsumsi. Berikut ini adalah wujud dari konsumen:
· Personal Consumer : Konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunanya sendiri.
· Organizational Consumer : Konsumen ini membeli atau menggunakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalani organisasi tersebut.
2. PENDEKATAN PERILAKU KONSUMEN
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen:
· Pendekatan Interpretif
Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang di rasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
· Pendekatan Tradisional
Pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survey untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seseorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
· Pendekatan Sains Marketing
Pendekatan ini didasari pada teori dan metode dari ilmu dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hirarki keputusan kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
3. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN
· Faktor Sosial
a). Pengaruh keluarga
b). Group
c). Peran dan status
· Faktor Personal
a). Situasi ekonomi
b). Gaya hidup
c). kepribadian dan konsep diri
d). Umur dan siklus hidup
e). Pekerjaan
· Faktor Psikologi
a). Motivasi
b). Persepsi
c). Pembelajaran
d). Belief and attitude
· Faktor Kebudayaan
a). Subkultur
b) Kelas sosial
4. KEPUTUSAN PEMBELIAN
Keputusan pembelian menurut Schiffman, Kanuk (2004, p.547) adalah pemilihan dari dua atau lebih alternatif pilihan keputusan pembeli, artinya bahwa seseorang dapat membuat keputusan, haruslah tersedia dalam beberapa alternatif pilihan. Keputusan untuk membeli dapat mengarah pada bagaimana proses dalam pengambilan keputusan tersebut itu dilakukan.
Bentuk proses pengambilan keputusan tersebut dapat digolongkan menjadi berikut:
· Fully planned purchase, baik produk dan merk yang sudah dipilih sebelumnya. Biasanya terjadi ketika keterlibatan dengan produk tinggi (barang otomotif) namun bisa juga terjadi dengan keterlibatan pembelian (kebutuhan rumah tangga ). Planned purchase dapat di alihkan dengan taktik marketing misalnya pengurangan harga, kupon, atau aktivitas promosi lainnya.
· Partially planned purchase, bermaksud untuk membeli produk yang sudah ada tetapi pemilihan merk ditunda sampai saat pembelajaran. keputusan akhir dapat dipengaruhi oleh discount harga atau display produk.
· Unplanned purchase, baik produk dan merk yang dipilih di tempat pembelian. Konsumen sering memanfaatkan katalog dan produk pajangan sebagai pengganti daftar belanja. Dengan kata lain, sebuah pajangan dapat mengingatkan seseorang akan kebutuhan dan memicu pembelian.
5. KONSEP ELASTISITAS
Elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variabel lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.
Konsep elastisitas terdiri dari tiga macam, yaitu:
· Konsep Elastisitas Harga
Elastisitas harga permintaan adalah derajat kepekaan / respon jumlah permintaan akibat perubahan harga barang tersebut atau dengan kata lain merupakan perbandingan daripada presentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pada harga di pasar, sesuai dengan hukum permintaan, dimana jika harga naik, maka kuantitas barang turun dan begitu pun sebaliknya.
Sedangkan tanda elastisitas selalu negatif. Karena sifat yang berlawanan tadi, maka disepakati bahwa elastisitas harga ini benar indeksnya / koefisiennya dapat kurang dari, sama dengan lebih besar dari satu dan merupakan angka mutlak (absolute), sehingga permintaannya dapat di katakan:
a). Tidak elastisitas (in elastic)
b). Unitary (unity)
c). Elastis (elastic)
· Konsep Elastisitas Silang
Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga pada preferensi konsumen, harga barang subtsitusi, komplementer dan juga pendapatan.
Para ahli ekonomi mencoba mengukur respon / reaksi permintaan terhadap harga yang berhubungan dengan barang tersebut, disebut dengan elastisitas silang (Cross price elasticity of demand).
Perubahan harga suatu barang akan mengakibatkan pergeseran permintaan kepada produk lain, maka elastisitas silang (Exy) adalah merupakan presentase perubahan permintaan dari barang x dibagi dengan presentase harga dari barang y.
Apabila hubungan kedua barang tersebut (x & y) bersifat komplementer (pelengkap) terhadap barang lain itu, maka tanda elastisitas silangnya adalah negatif, misalnya kenaikan harga tinta akan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena.
Apabila barang lain tersebut bersifat substitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalah positif, misalnya kenaikan harga daging ayam yang mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan terhadap daging sapi dan begitu pun sebaliknya.
· Konsep Elastisitas Pendapatan
Suatu perubahan (peningkatan / penurunan) dari pada pendapatan konsumen akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perubahan tersebut di ukur dengan apa yang di sebuut elastisitas pendapatan.
Apabila yang terjadi adalah kenaikan pendapatan yang berakibatkan kenaikan jumlah barang yang diminta, maka tanda elastisitas tersebut adalah positif dan barang yang di minta di sebut barang normal atau superior.
Bila kenaikan dalam pendapatan tersebut berakibat berkurangnya jumlah suatu barang yang diminta, maka tanda elastisitas terhadap barang tersebut adalah negatif dan barang ini disebut dengan barang inferior atau giffen.
Senin, 26 Maret 2012
arti dari permintaan dan penawaran
PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Teori penawaran dan permintaan (bahasa Inggris: supply and demand) dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisis ekonomi mikro terhadap perilaku serta interaksi para pembeli dan penjual. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran. Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran:
Harga barang itu sendiri.
Harga sumber produksi.
Tingkat produksi.
Ekspektasi/perkiraan.
Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan :
Harga barang itu sendiri.
Harga barang lain yang berkaitan.
Tingkat pendapatan.
Selera konsumen.
permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.
D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.
HUKUM PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Hukum permintaan menerangkan jika harga barang yang diminta naik, maka jumlah barang yang diminta pun akan berkurang atau sebaliknya, jika harga turun, maka jumlah barang yang diminta bertambah.
Pernyataan tersebut menyatakan jumlah barang yang diminta berbanding terbalik dengan tingkat harga. Kondisi ini menggambarkan bahwa dalam rumusan hukum permintaan hanya faktor harga yang tidak tetap, sedangkan faktor lainnya yang turut mempengaruhi penawaran dianggap tetap (ceteris paribus).
Hukum penawaran menerangkan jika harga barang yang ditawarkan naik, maka jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah atau sebaliknya, jika harga turun, maka jumlah barang yang ditawarkan berkurang.
Pernyataan tersebut menyatakan jumlah barang yang ditawarkan berbanding searah dengan tingkat harga. Kondisi ini menggambarkan bahwa dalam rumusan hukum penawaran hanya fakor harga yang tidak tetap, sedangkan faktor lainnya yang turut mempengaruhi penawaran dianggap tetap (ceteris paribus).
Harga barang itu sendiri.
Harga sumber produksi.
Tingkat produksi.
Ekspektasi/perkiraan.
Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan :
Harga barang itu sendiri.
Harga barang lain yang berkaitan.
Tingkat pendapatan.
Selera konsumen.
permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.
D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.
HUKUM PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Hukum permintaan menerangkan jika harga barang yang diminta naik, maka jumlah barang yang diminta pun akan berkurang atau sebaliknya, jika harga turun, maka jumlah barang yang diminta bertambah.
Pernyataan tersebut menyatakan jumlah barang yang diminta berbanding terbalik dengan tingkat harga. Kondisi ini menggambarkan bahwa dalam rumusan hukum permintaan hanya faktor harga yang tidak tetap, sedangkan faktor lainnya yang turut mempengaruhi penawaran dianggap tetap (ceteris paribus).
Hukum penawaran menerangkan jika harga barang yang ditawarkan naik, maka jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah atau sebaliknya, jika harga turun, maka jumlah barang yang ditawarkan berkurang.
Pernyataan tersebut menyatakan jumlah barang yang ditawarkan berbanding searah dengan tingkat harga. Kondisi ini menggambarkan bahwa dalam rumusan hukum penawaran hanya fakor harga yang tidak tetap, sedangkan faktor lainnya yang turut mempengaruhi penawaran dianggap tetap (ceteris paribus).
apakah erep-erepan berarti tertindih setan?
Bagaimana tidur kamu semalam, nyenyak atau mimpi aneh? Pernah nggak mimpi seram lalu berusaha bangun namun tidak bisa bergerak atau teriak?
Mungkin orang tua kita menyebutnya ‘erep-erep’, yaitu kondisi saat mahluk halus menindih tubuh kita yang sedang tidur. Apakah benar demikian? Apa sesungguhnya penyebab erep-erep?
Berdasarkan kacamata medis, keadaan itu disebut sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Fenomena ini bisa terjadi pada siapa saja. Setidaknya orang akan mengalaminya sekali atau dua kali dalam hidupnya. Tapi tak perlu khawatir, sleep paralysis biasanya tidak berbahaya.
Ketika seseorang tidur, aktifitas otak mengalami dua hal berbeda, yang disebut tidur aktif atau REM (rapid eye movement) dan tidur non-REM.
Non-REM selama tidur akan menghasilkan gerakkan selama tertidur, seperti berbicara dalam tidur atau berjalan ketika tidur. Sedangkan REM akan mempengaruhi denyut jantung, laju respirasi dan tekanan darah ketika tidur.
Secara psikologis, sleep paralysis berhubungan dengan tidur di tahap REM, dimana setelah mengalami tidur REM, mata terbuka namun paralysis tetap bertahan.
Biasanya hal ini mengakibatkan halusinasi. Sleep paralysis terjadi sekitar 2-3 menit. Setelah otak dan tubuh berhubungan kembali, penderita dapat menggerakkan tubuhnya kembali. Namun, memori dari sensasi yang mengerikan atau mimpi buruk biasanya dapat bertahan lama.
Secara fisiologis, penyebab sleep paralysis belum diketahui secara pasti. Sejauh ini, para psikologis memberikan gambaran umum mengenai penyebab terjadinya sleep paralysis seperti pola tidur tak tentu, stress, dan perubahan mendadak pada lingkungan atau gaya hidup, dan kebiasaan tidur menghadap ke atas.
Hey, kebiasaan tidur menghadap ke atas? Nah, sekarang kita tahu salah satu kegunaan mengapa Rasulullah Muhammad S.A.W. mempraktekan dan menganjurkan tidur menyamping-menghadap ke kanan, bukan?
Selasa, 27 Desember 2011
KONFLIK DALAM BERORGANISASI...^^
A. PENGERTIAN KONFLIK
Konflik berasal dari bahasa latinconfigere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara duaorang atau lebih (kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik,pengetahuan,kepandaian,adat istiadat,keyakinan dan lain-lain. Dengan dibawa sertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya. Konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. Sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna akan menciptakan konflik.
B. JENIS-JENIS KONFLIK ORGANISASI
Menurut James A.F Stoner dan Charles Wankel, dikenal ada lima jenis konflik yaitu konflik intrapersonal, konflik interpersonal, konflik antar individu dan kelompok, konflik antar kelompok da, konflik antar organisasi. Berikut adalah pengertiannya:
1. Konflik Intrapersonal
Konflik intrapersonal aadalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.
Ada tiga macam bentuk konflik intrapersonal:
a). Konflik pendekatan-pendekatan, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama menarik.
b). Konflik pendekatan-penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama menyulitkan.
c). Konflik penghindaran-penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada satu hal yang mempunyai nilai positif dan sekaligus negatif.
2. Konflik Interpersonal
Konflik interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena pertentangan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan,bidang kerja dan lain-lain. Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku organisasi.
Karena konflik semacam ini akan melibatkan beberapa peranan dari beberapa anggota organisasi yang tidak bisa tidak akan mempengaruhi proses pencapaian tujuan organisasi tersebut.
3. Konflik antar individu dan kelompok
Hal ini sering kali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh dapat dikatakan bahwa seseorang individu dapat dihukum oleh kelompok kerjanya karena ia tidak dapat mencapai norma-norma produktifitas dimana ia berada.
4. Konflik antara organisasi
Contoh seperti di bidang ekonomi dimana Amerika Serikat dan negara-negara lain dianggap sebagai bentuk konflik, dan konflik ini biasanya disebut dengan persaingan. Konflik ini berdasarkan pengalaman ternyata telah menyebabkan timbulnya pengembangan produk-produk baru, teknologi baru dan servis baru, harga lebih rendah dan pemanfaatan sumberdaya secara lebih koefisien.
Sumber: http://erwin7286.blogspot.com/2011/01/jenis-jenis-konflik-dalam-organisasi.html
3. MENGAPA TERJADI KONFLIK DALAM ORGANISASI ?
Dalam berorganisasi, terdapat beberapa faktor atau sumber yang menyebabkan konflik. Diantaranya yaitu:
a). Perbedaan dalam tujuan dan prioritas
Setiap sub unit dalam organisasi memiliki tujuan dan prioritas khusus. Misalnya, dalam hubungan kerja, bagian pemasaran ingin agar produknya cepat laku. Kalau perlu dijual murah dan dengan cara kredit.
b). Saling ketergantungan tugas
Ada yang disebut ketergantungan berurutan,dimana output dari suat unit merupakan input dari unit lain. Misalnya, untuk merespon suatu surat permohonan,kepala bagian masih harus menunggu disposisi dari atasannya.
c). Konflik yang disebabkan oleh pembagian sumber daya.
Antar unit kerja bersaing karena untuk mendapatkan sumber daya yang lebih.
d). Deskripsi yang tidak jelas.
Ini akan mengakibatkan konflik karena tidak ada guide lines dan policies yang jelas, dan akan membuat kelompok lain tersinggung karena dilangkahi.
e). Perbedaan kekuasaan dan status
Biasanya terjadi karena karena suatu departemen merasa lebih penting atau memiliki rasa over value ketimbang departemen lainnya. Departemen lain pasti akan merasa dilecehkan.
f). Perbedaan sistem imbalan dan intensif yang di atur per-unit, bukan tujuan organisasi.
g). Faktor biokratik
Dimana pegawai lini memiliki wewenang dalam proses pengambilan keputusan sementara staff lebih pada memberikan rekomendasi atau sara. Sering pegawai lini yang merasa lebih penting,sementara staff merasa lebih ahli. Ujung-ujungnya konflik.
h). Sistem informasi dan komunikasi yang terganggu.
Kadang terjadi misunderstanding dikalangan pelaku organisasi karena informasi yang diterima kurang jelas atau bertentangan dengan tujuan yang sebenarnya.
5. BAGAIMANA CARA/STRATEGI UNTUK MENGHINDARI KONFLIK ?
Menurut Stevenin, ada lima langkah meraih kedamaian dalam konflik.
1. Pengenalan
Kesenjangan antara keadaan yang ada atau yang teridentifikasi dan bagaimana keadaan yang seterusnya.
2. Diagnosis
Ini langkah yang terpenting. Metode yang benar dan telah di uji mengenai siapa, dimana dan bagaimana hasil dengan sempurna. Pusatkan masalah perhatian pada masalah utama dan bukan hal-hal sepele.
3. Menyepakati suatu solusi
Kumpulkanlah masukan mengenai jalan keluar yang memungkinkan orang-orang yang terlibat didalamnya. Saringlah penyelesian yang tidak dapat diterapkan atau tidak praktis. Jangan sekali-kali menyelesaikan masalah yang tidak terlalu baik. carilah yang terbaik.
4. Pelaksanaan
Ingatlah bahwa akan ada keuntungan dan kerugian. Namun hati-hati, jangan biarkan pertimbangan ini terlalu mempengaruhi pilihan dan arah pada kelompok tertentu.
5. Evaluasi
Penyelesaian itu sendiri dapat melahirkan serangkaian rangkaian baru. Jika penyelesaiannya tidak tampak berhasil, kembalilah ke langkah awal dan coba lagi.
1. Pengenalan
Kesenjangan antara keadaan yang ada atau yang teridentifikasi dan bagaimana keadaan yang seterusnya.
2. Diagnosis
Ini langkah yang terpenting. Metode yang benar dan telah di uji mengenai siapa, dimana dan bagaimana hasil dengan sempurna. Pusatkan masalah perhatian pada masalah utama dan bukan hal-hal sepele.
3. Menyepakati suatu solusi
Kumpulkanlah masukan mengenai jalan keluar yang memungkinkan orang-orang yang terlibat didalamnya. Saringlah penyelesian yang tidak dapat diterapkan atau tidak praktis. Jangan sekali-kali menyelesaikan masalah yang tidak terlalu baik. carilah yang terbaik.
4. Pelaksanaan
Ingatlah bahwa akan ada keuntungan dan kerugian. Namun hati-hati, jangan biarkan pertimbangan ini terlalu mempengaruhi pilihan dan arah pada kelompok tertentu.
5. Evaluasi
Penyelesaian itu sendiri dapat melahirkan serangkaian rangkaian baru. Jika penyelesaiannya tidak tampak berhasil, kembalilah ke langkah awal dan coba lagi.
Menurut Wijono,strategi mengatasi konflik yaitu:
1. Strategi mengatasi konflik dari dalam individu, untuk mengatasi konflik dari dalam individu ini paling tidak diperlukan tujuh strategi:
a) Menciptakan kontak dan membina hubungan
b) Menumbuhkan rasa percaya dan penerimaan
c) Menumbuhkan kemampuan diri sendiri
d) Menentukan tujuan
e) Mencari beberapa alternatif
f) Memilih alternatif
g) Merencanakan pelaksanaan jalan keluar
2. Strategi mengatasi konflik antar pribadi, untuk mengatasi konflik ini paling tidak diperlukan tiga strategi:
a) Strategi kalah-kalah : Berorientasi pada dua individu atau kelompok yang sama-sama kalah. Ada dua tipe:
* Arbitrasi merupakan dimana pihak ketiga mendengarkan kedua belah pihak yang berselisih, pihak ketiga bertindak sebagai hakim atau penengah dalam menentukan penyelesaian konflik melalui suatu perjanjian yang mengikat.
* Mediasi digunakan oleh mediator untuk menyelesaikan konflik tidak seperti yang diselesaikan oleh abridator, karena seorang mediator tidak punya wewenang secara langsung terhadap pihak yang bertikai.
b) Strategi menang- kalah : Dalam strategi saya menang anda kalah, menekankan adanya salah satu pihak yang sedang konflik mengalami kekalahan tetapi yang lain memperoleh kemenangan.
c) Strategi menang-menang : Strategi ini menolong memecahkan masalah pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, bukan hanya sekedar memojokkan orang.
3. Strategi mengatasi konflik organisasi
Ada beberapa strategi untuk mengatasi konflik ini,diantaranya:
a) Pendekatan birokratis : Konflik muncul karena adanya hubungan birokratis yang terjadi secara vertikal, dan untuk menghadapinya manager cenderung menggunakan struktur hirarki dalam hubungannya secara otokritas.
b) Pendekatan intervensi otoritatif dalam konflik lateral : Bila terjadi konflik lateral, biasanya akan diselesaikan sendiri oleh pihak-pihak yang terlibat konflik.
c) Pendekatan sistem : Pendekatan ini menekankan pada hubungan lateral dan horizontal antara fungsi-fungsi pemasaran dengan produksi dalam suatu organisasi.
d) Reorganisasi Struktural : Cara pendekatan dapat melalui mengubah sistem untuk melihat kemungkinan terjadinya reorganisasi struktural guna meluruskan perbedaan kepentingan dan tujuan yang hendak dicapai kedua belah pihak.
Sumber :http://www.zimbio.com/member/igndjoko/articles/9QRMTF_pMWb/Strategi+Mengatasi+Konflik
1. Strategi mengatasi konflik dari dalam individu, untuk mengatasi konflik dari dalam individu ini paling tidak diperlukan tujuh strategi:
a) Menciptakan kontak dan membina hubungan
b) Menumbuhkan rasa percaya dan penerimaan
c) Menumbuhkan kemampuan diri sendiri
d) Menentukan tujuan
e) Mencari beberapa alternatif
f) Memilih alternatif
g) Merencanakan pelaksanaan jalan keluar
2. Strategi mengatasi konflik antar pribadi, untuk mengatasi konflik ini paling tidak diperlukan tiga strategi:
a) Strategi kalah-kalah : Berorientasi pada dua individu atau kelompok yang sama-sama kalah. Ada dua tipe:
* Arbitrasi merupakan dimana pihak ketiga mendengarkan kedua belah pihak yang berselisih, pihak ketiga bertindak sebagai hakim atau penengah dalam menentukan penyelesaian konflik melalui suatu perjanjian yang mengikat.
* Mediasi digunakan oleh mediator untuk menyelesaikan konflik tidak seperti yang diselesaikan oleh abridator, karena seorang mediator tidak punya wewenang secara langsung terhadap pihak yang bertikai.
b) Strategi menang- kalah : Dalam strategi saya menang anda kalah, menekankan adanya salah satu pihak yang sedang konflik mengalami kekalahan tetapi yang lain memperoleh kemenangan.
c) Strategi menang-menang : Strategi ini menolong memecahkan masalah pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, bukan hanya sekedar memojokkan orang.
3. Strategi mengatasi konflik organisasi
Ada beberapa strategi untuk mengatasi konflik ini,diantaranya:
a) Pendekatan birokratis : Konflik muncul karena adanya hubungan birokratis yang terjadi secara vertikal, dan untuk menghadapinya manager cenderung menggunakan struktur hirarki dalam hubungannya secara otokritas.
b) Pendekatan intervensi otoritatif dalam konflik lateral : Bila terjadi konflik lateral, biasanya akan diselesaikan sendiri oleh pihak-pihak yang terlibat konflik.
c) Pendekatan sistem : Pendekatan ini menekankan pada hubungan lateral dan horizontal antara fungsi-fungsi pemasaran dengan produksi dalam suatu organisasi.
d) Reorganisasi Struktural : Cara pendekatan dapat melalui mengubah sistem untuk melihat kemungkinan terjadinya reorganisasi struktural guna meluruskan perbedaan kepentingan dan tujuan yang hendak dicapai kedua belah pihak.
Sumber :http://www.zimbio.com/member/igndjoko/articles/9QRMTF_pMWb/Strategi+Mengatasi+Konflik
Langganan:
Postingan (Atom)







