Selasa, 23 Oktober 2012

Cara Membuat Artikel Blog Yang Baik dan Benar


Pada kesempatan kali ini, blogging dan internet akan berbagi informasi tentang  CaraMembuat Artikel Yang Baik dan Benar agar blog anda dengan mudah masuk di urutan teratas pada hasil pencarian di search Engines seperti google. Bagi anda yang sudah mengerti mohon berikan kritik dan sarannya, tetapi jika yang belum pernah mencoba silahkan ikuti caranya membuat artikel yang baik dan benar di bawah ini.

Berikut di bawah ini cara membuat artikel yang baik dan benar :

1. Judul artikel jangan Over Optimized

Artinya adalah: Pada judul artikel postingan Jangan membuat artikel dengan target kata kunci secara langsung tanpa menyertakan kalimat atau suku kata tambahan lainnya.

Contoh :

- Judul Artikel yang salah seperti ini Kata kunci " membuat artikel" lalu anda langsung membuat judul pada artikel postinagn anda dengan judul : "Membuat Artikel". tanpa ada kalimat tambahan penyertanya. Cara seperti itu sangatlah salah dan terlalu over optimized.

- Judul artikel yang benar seperti ini kata kunci " Membuat artikel" Anda harus membuat Judul artikelnya seperti ini : Cara membuat artikel pada postingan blog yang benar, atau bisa yang lain seperti " Cara membuat artikel blog". Cara seperti itu sangat bagus dan baik menurut para master SEO di mata search engines, karena tidak terlalu panjang dan terlalu pendek dan mengandung kata kunci artikel blog yang spesific sesuai dengan kata kunci yang kita targetkan.

2. Usahakan pada saat membuat artikel yang  baik harus mempunyai 350 atau 400 kata,lebih juga boleh, tapi jangan terlalu berlebihan sampai 1000 ( seribu) kata lebih.

3. Mempunyai Keyword density 1- 4 % dan  tidak boleh kurang juga  tidak boleh lebih..

Keyword density adalah : 

- Suata keyword atau kata kunci yang kita targetkan pada artikel yang kita buat sudah sesuai atau belum dengan target 1 % sampai 4 %. ( tidak boleh lebih atau kurang )

- Untuk mengeceknya anda dapat menggunakan tool gratis  KEYWORD DENSYTI atau lebih di kenal dengan Keyword Density Analyzer Tool, ini link untuk menuju ke TKP nya :

http://tools.seobook.com/general/keyword-density

Cara menggunakannya Tool tersebut :

Ketikkan link artikel postingan blog/web anda ke kotak yang tersedia tanpa ( http://www.).

Sebagai contoh misalnya saya membuat artikle blog saya ini dengan kata kunci " membuat artikel " dan anda dapat lihat di sana.

Hasil kata kunci membuat artikel sebagai berikut:  count 20   Density 2.21%

Artinya artikel pada postingan ini mengenai cara membuat artikel  yang baik dan benar, kalau kita lihat ya bagus dan mampu bersaing untuk menempati posisi halaman pertama di mata search engines.

Sebagai contoh kedua  misalnya saya membuat artikle blog saya dengan kata kunci " 
Sulfur acne product " dan anda dapat lihat pada link berikut http://www.treatmentofacne.cu.cc/sulfur-acne-product.html

Nah pada keyword Density analyzer tool, kata kunci " Sulfur acne product " terdapat ada sekitar 2.88% ( dua koma delapan puluh delapan persen ) yang artinya bahwa artikel pada postingan tersebut baik dan benar di mata SEO.

Keterangan : 

Jika anda tidak menemukan kata kunci yang anda targetkan pada artikel postingan blog/web anda, maka silahkan review ulang artikel anda tersebut sampai anda mendapatkan kata kunci yang anda targetkan sesaui dengan seperti penjelasan di atas yaitu 1%-4% pada keyword Density analyzer tool,setelah selesai silahkan posting kembali.

4. Membuat artikel harus asli buatan anda sendiri ( Original) atau mengarang sendiri atau  hasil karya anda sendiri dan tidak boleh hasil copas ( copy paste ) dari website orang lain. Karena google melalui google panda akan menfinal website/blog anda, dan akibatnya blog anda tidak akan bisa tampil pada urutan 10 besar di mesin pencari seperti google.

5. Untuk membuat artikel sebaiknya gunakan microsoft word, karena disana dapat di ketahui dengan mudah  berapa banyak suku kata artikel yang akan anda buat tersebut, setelah di perkirakan cukup,copy ke notepad anda, selanjutnya silahkan paste ke postingan blog anda



FUNGSI-FUNGSI TANDA BACA


adalah tanda-tanda yang dipakai didalam sistem ejaanTanda baca adalah salah satu dari sekian jenis Ortografi. Tanda baca banyak sekali jenis dan tipenya yang masing-masing mempunyai fungsi yang tidak sama. Fungsi tanda baca secara umum adalah untuk menjaga keefektifan komunikasi. Setiap tanda baca mempunyai aturan penggunaan dan fungsinyasendiri yang tidak dapat diganggu gugat. Penggunaan yang salah akan menyebabkan kericuhan dan mengganggu kelancaran komunikasi.

MACAM-MACAM TANDA BACA DAN FUNGSINYA
1. Tanda titik (.)
Fungsi dan pemakaian tanda titik:
  • Untuk mengakhiri sebuah kalimat yang bukan pertanyaa atau seruan,
  • Pada akhir singkatan nama orang,
  • Diletakan pada akhir sinkatan gelar, jabatan, pangkat dan sapaan,
  • Pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum,
  • Dibelakang angka tau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar atau daftar, dll.
Contoh : Saya suka makan nasi.
2. Tanda Koma (,)
Fungsi dan pemakaian tanda koma antara lain:
  • Memisahkan unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilang,
  • Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat,
  • Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dakam kalimat, dll.
Contoh : Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.
3. Tanda Seru (!)
  • Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan berupa seruan atau perintah atau yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaa, atau rasa emosi yang kuat.
Contoh : Alangkah mengerikannya peristiwa itu!
4. Tanda Titik Koma (;)
Fungsi dan pemakaian titik koma adalah:
  • Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis atau setara
  • Memisahkan kalimat yang setara didalam satu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Contoh :Ibu memasak nasi di dapur; ayah memperbaiki televisi; adik bermain petak umpet.
5. Tanda Titik Dua (:)
Tanda Titik Dua digunakan dalam hal-hal sebagai berikut
  • Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
  • Pada kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
  • Dalam teks drama sesudah kata yang menunjukan pelaku dalam percakapan
  • Di antara jilid atau nomor buku/ majalah dan halaman. antara bab dan ayat dalam kitab suci, atau antara judul dan anak judul suatu karangan.
Contoh : Sekarang kita tambahkan beberapa bumbu dapur: garam, bawang, dan merica
6. Tanda Hubung (-)
Tanda hubung dipakai dalam hal-hal seperti berikut:
  • Menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris,
  • Menyambung unsur-unsur kata ulang
  • Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing----
Contoh : anak-anak bermain di lapangan sepak bola
7. Tanda Elipsis (...)
Tanda elipsis dipergunakan untuk menyatakan hal-hal seperti berikut
  • Mengambarkan kalimat yang terputus-putus
  • Menunjukan bahwa satu petikan ada bagian yang dihilangkan
Contoh : Kalau begitu ... ya, marilah kita bergerak
8. Tanda Tanya (?)
  • Tanda tanya selalunya dipakai pada setiap akhir kalimat tanya.
  • Tanda tanya yang dipakai dan diletakan didalam tanda kurung menyatakan bahwa kalimat yang dimaksud disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Contoh : Kapan ia berangkat?
9. Tanda Kurung ( )
Tanda kurung dipakai dalam ha-hal berikut
  • Mengapit tambahan keterangan atau penjelasan
  • Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian pokok pembicaraan
  • Mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri keterangan
Contoh : Pembalap itu berasal dari (kota) Medan
10. Tanda Kurung Siku ( {..} )
Tanda kurung siku digunakan untuk:
  • Mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada akhir kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain
  • Mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung
Contoh :Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35–38]) perlu dibentangkan di sini.
11. Tanda Petik ("...")
Fungsi tanda petik adalah:
  • Mengapit petikan lagsung yang berasal dari pembicaraan, naskah atau bahan tertulis lain
  • Mengapit judul syair, karangan, bab buku apabila dipakai dalam kalimat
  • Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal
Contoh : Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, "Bahasa negara ialah Bahasa Indonesia."
12. Tanda Petik Tunggal ('..')
Tanda Petik tunggal mempunyai fungsiL
  • Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain
  • Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing
Contoh : "Waktu kubuka pintu depan, kudengar teriak anakku, 'Ibu, Bapak pulang', dan rasa letihku lenyap seketika," ujar Pak Hamdan.
13. Tanda Garis Miring (/)
  • Tanda garis miring dipakai dalam penomoran kode surat
  • Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, per atau nomor alamat
Contoh : tahun anggaran 1985/1986
14. Tanda Penyingkat (Apostrof) (')
  • Tanda Apostrof menunjukan penghilangan bagian kata.
Contoh : adi 'kan kusurati. ('kan = akan)

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman_penulisan_tanda_baca#Tanda_Seru_.28.21.29

Kamis, 27 September 2012


Karena banyak pertanyaan dari teman-teman tentang bagaimana membuat program menyimpan foto di vb 6, Maka pada pembahasan kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara menampilkan dan menyimpan foto pada folder yang kita buat menggunakan visual basic 6. Untuk menyimpan foto, kita bisa menggunakan database atau tidak, pada program kali ini saya akan membuat program penyimpanan foto langsung ke folder foto yang saya buat, jadi foto tidak disimpan ke dalam database, tapi dalam folder foto yang sudah kita buat sebelumnya.
Sebelum kita mulai membuat programnya, buat dulu folder untuk tempat menyimpan database dan project yang akan kita buat, misalnya Latihan Foto, kemudian dalam folder latihan foto buat lagi folder dengan nama folderfoto untuk menampung foto-toto yang kita simpan nantinya.
Kemudian buat database access dengan nama dblatihan.mdb seperti dibawah ini :

Nama Database : dblatihan
Nama Tabel       : data
 
Field
Data Type
Size
NRP
Text
10
Nama
Text
30
Jurusan
Text
35

Simpan file database kedalam folder latihan foto yang sudah kita buat sebelumnya.
Kemudian buka Microsoft Visual Basic 6.0 dan desain form seperti dibawah ini :



Componen tambahan yang digunakan pada desain form diatas adalah :
- Microsoft ADO Data Control 6.0
- Microsoft Common Dialog Control 6.0
- Microsoft DataGrid Control 6.0

Kemudian ubah properti name pada masing-masing command menjadi seperti ini :
untuk command Simpan = cmdsimpan
- Edit = cmdedit
- Hapus = cmdhapus
- Bersihkan = cmdbersih
- Cari Foto = cmdcari
- Keluar = cmdkeluar

Setelah desain dan edit property sudah selesai, kita buat modul untuk koneksi database nya, lalu ketikkan kode berikut dalam jendela kode modul :

Public conn As New ADODB.Connection
Public RSdata As New ADODB.Recordset

Sub koneksi()
Set conn = New ADODB.Connection
Set RSdata = New ADODB.Recordset
conn.Open "Provider=microsoft.jet.oledb.4.0;data source = " & App.Path & "\dblatihan.mdb"
End Sub

Kemudian pada form activate dan form load ketikkan kode perintah berikut :
Private Sub Form_Activate() ' perintah untuk koneksi database saat form aktif
Call koneksi
Adodc1.ConnectionString = "provider=microsoft.jet.oledb.4.0;data source=" & App.Path & "\dblatihan.mdb"
Adodc1.RecordSource = "data"
Adodc1.Refresh
Set DataGrid1.DataSource = Adodc1
DataGrid1.Refresh
End Sub

Private Sub Form_Load() 
Text1.Text = ""
Text2.Text = ""
Text3.Text = ""
Text4.Text = ""
Text4.Enabled = False
End Sub

Buat sub Tampilkan data untuk menampilkan data saat pencarian data dilakukan :
Private Sub TampilkanData()
Text2 = RSdata!nama
Text3 = RSdata!jurusan
Text4 = App.Path & "\folderfoto\NRP_" & Text1.Text & ".jpg"
End Sub

Perintah untuk mencari data dengan acuan dari Text1 : 
Function CariData()
    Call koneksi
    RSdata.Open "Select * From data where nrp='" & Text1 & "'", conn
End Function

Perintah untuk mengosongkan text inputan :
Private Sub kosong()
Text1.Text = ""
Text2.Text = ""
Text3.Text = ""
Text4.Text = ""
End Sub

Perintah untuk menyimpan foto ke dalam folderfoto yang sudah kita buat sebelumnya dengan me rename nama foto menjadi kode nrp dari mahasiswa :
Private Sub simpan()
SavePicture Image1.Picture, App.Path & "\folderfoto\NRP_" & Text1.Text & ".jpg"
End Sub

Perintah untuk tombol Cari Foto, untuk mencari dan membuka foto yang dipilih dari drive.
Private Sub cmdcari_Click()
cmndialog.ShowOpen
Text4 = cmndialog.FileName
End Sub
Perintah untuk tombol simpan, untuk menyimpan data pada database dan menyimpan foto kedalam folder.
Private Sub cmdsimpan_Click()
Dim SQLTambah As String
 Call simpan
            SQLTambah = "Insert Into data (nrp,nama,jurusan) values ('" & Text1 & "','" & Text2 & "','" & Text3 & "')"
            conn.Execute SQLTambah
            Form_Activate
End Sub

Perintah untuk tombol edit, untuk mengupdate data yang di edit pada database.
Private Sub cmdedit_Click()
 Dim SQLEdit As String
 Call simpan
            SQLEdit = "Update data Set nama= '" & Text2 & "'," & " jurusan='" & Text3 & "' where nrp='" & Text1 & "'"
            conn.Execute SQLEdit
            Form_Activate
End Sub

Perintah untuk tombol hapus, untk menghapus data2 yang ada pada database.
Private Sub smdhapus_Click()
Adodc1.Recordset.Delete
Adodc1.Recordset.Update
DataGrid1.Refresh
End Sub

Perintah untuk tombol bersih, yang berfungsi untuk membersihkan atau mengosongkan text yang ada pada textbox.
Private Sub cmdbersih_Click()
Text1.Text = ""
Text2.Text = ""
Text3.Text = ""
Text4.Text = ""
Text1.SetFocus
End Sub
 
Perintah saat text1 kehilangan fokus maka akan langsung melakukan pencarian dengan memamnggil sub caridata dan tampilkandata untuk menampilkan data yang dicari.
Private Sub Text1_LostFocus()
Call CariData
        If Not RSdata.EOF Then
            TampilkanData
            MsgBox "Data Ditemukan"
            Else
            Text2.Text = ""
            Text3.Text = ""
            Text4.Text = ""
            End If
End Sub

Perintah untuk memanggil gambar melalui alamat gambar yang berada pada text4.
Private Sub Text4_Change()
Image1.Picture = LoadPicture(Text4)
End Sub

Jika Semua kode perintah pada masing-masing tool sudah di ketikkan kemudian Simpan Project ke dalam folder latihan foto yang sudah kita buat sebelumnya.,lalu coba jalankan program yang sudah kita buat, dan jika program sukses, hasilnya akan seperti ini :


Selasa, 12 Juni 2012

Uang, Bank dan Penciptaan Uang


Penciptaan uang adalah proses memproduksi atau menghasilkan uang baru. Terdapat tiga cara untuk menciptakan uang; pertama dengan cara mencetak mata uang kertas atau uang logam, kedua melalui pengadaan utang dan pinjaman, serta ketiga melalui beragam kebijakan pemerintah, misalnya seperti pelonggaran kuantitatif. Berbagai praktik dan regulasi untuk mengatur produksi, pengeluaran, dan penarikanan uang, adalah perhatian utama dalam ilmu ekonomi moneter (misalnya tentang persediaan uangmazhab monetarisme), dan memengaruhi berjalannya pasar keuangan dan daya beli uang.
Bank sentral bertanggung-jawab mengukur jumlah uang beredar, yang menunjukkan banyaknya uang yang ada pada suatu waktu tertentu. Jumlah uang baru yang tidak diketahui penciptaannya dapat ditunjukkan dengan cara membandingkan pengukuran-pengukuran tersebut pada waktu-waktu yang berbeda.
Perusakan atas mata uang dapat terjadi apabila uang logam dileburkan untuk mendapatkan kembali kandungan logam mulianya. Tindakan ini memperoleh insentif bila ternyata nilai logam yang didapat melebihi nilai nominal uang logam, atau ketika pencetaknya menarik kembali jaminan atas keamanannya.
A. Pengertian
Penciptaan uang adalah proses memproduksi atau menghasilkan uang baru. Terdapat tiga cara untuk menciptakan uang; pertama dengan cara mencetak mata uang kertas atau uang logam, kedua melalui pengadaan utang dan pinjaman, serta ketiga melalui beragam kebijakan pemerintah, misalnya seperti pelonggaran kuantitatif. Berbagai praktik dan regulasi untuk mengatur produksi, pengeluaran, dan penarikanan uang, adalah perhatian utama dalam ilmu ekonomi moneter (misalnya tentang persediaan uangmazhab monetarisme), dan memengaruhi berjalannya pasar keuangan dan daya beli uang.
Jenis-jenis uang
Uang Kartal
Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari.
Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan kertas. Hak tunggal untuk mengeluarkan uang yang dimiliki Bank Indonesia tersebut disebut hak oktroi.
Jenis Uang Kartal Menurut Lembaga Yang Mengeluarkannya
Menurut Undang-Undang Pokok Bank Indonesia No. 11/1953, terdapat dua jenis uang kartal, yaitu uang negara dan uang bank.
Uang negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat dari kertas yang memiliki ciri-ciri :
• Dikeluarkan oleh pemerintah
• Dijamin oleh undang undang
• Bertuliskan nama negara yang mengeluarkannya
• Ditanda tangani oleh mentri keuangan
Namun, sejak berlakunya Undang-undang No. 13/1968, uang negara dihentikan peredarannya dan diganti dengan Uang Bank.
Uang Bank adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank Sentral berupa uang logam dan uang kertas, Ciri-cirinya sebagai berikut.
• Dikeluarkan oleh Bank Sentral
• Dijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di bank sentral
• Bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan (di Indonesia : Bank Indonesia)
• Ditandatangani oleh gubernur bank sentral.

B. Jenis Uang Kartal Menurut Bahan Pembuatnya
A. Uang logam
Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak karena emas dan perak memenuhi syarat-syarat uang yang efesien. Karena harga emas dan perak yang cenderung tinggi dan stabil, emas dan perak mudah dikenali dan diterima orang. Di samping itu, emas dan perak tidak mudah musnah. Emas dan perak juga mudah dibagi-bagi menjadi unit yang lebih kecil. Di zaman sekarang, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal itu merupakan pernyataan bahwa sejumlah emas dengan berat tertentu terkandung di dalamnya.
Uang logam memiliki tiga macam nilai.
Nilai Intrinsik yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang. Menurut sejarah, uang emas dan perak pernah dipakai sebagai uang. Ada beberapa alasan mengapa emas dan perak dijadikan sebagai bahan uang antara lain :
• Tahan lama dan tidak mudah rusak (Durability)
• Digemari oleh umum atau sebagian besar masyarakat (Acceptability)
• Nilainya tinggi dan jumlahnya terbatas (Scarcity)
• Nilainya tetap sekalipun dipecah menjadi bagian-bagian kecil (Divisibility)
Sekalipun emas dan perak sudah memenuhi syarat-syarat uang, namun pada saat ini, emas dan perak tidak dipakai lagi sebagai bahan uang karena beberapa alasan, yaitu:[rujukan?]
• Jumlahnya sangat langka sehingga sulit didapatkan dalam jumlah besar.
• Kadar emas disetiap daerah berbeda-beda menyebabkan persediaan emas tidak sama
• Nilainya tidak dapat diukur dengan tepat
• Uang emas semakin hilang dari peredaran, biasanya karena banyak yang dilebur atau dijadikan perhiasan.
Nilai Nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
Nilai Tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).
B. Uang kertas
Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).
Uang kertas mempunyai nilai karena nominalnya. Oleh karena itu, uang kertas hanya memiliki dua macam nilai, yaitu nilai nominal dan nilai tukar. Ada 2(dua) macam uang kertas :
• Uang Kertas Negara (sudah tidak diedarkan lagi), yaitu uang kertas yang dikeluarkan oleh pemerintah dan alat pembayaran yang sah dengan jumlah yang terbatas dan ditandatangani mentri keuangan.
• Uang Kertas Bank, yaitu uang yang dikeluarkan oleh bank sentral,
Beberapa keuntungan penggunaan alat tukar (uang) dari kertas di antaranya :
• Penghematan terhadap pemakaian logam mulia
• Ongkos pembuatan relatif murah dibandingkan dengan ongkos pembuatan uang logam.
• Peredaran uang kertas bersifat elastis (karena mudah dicetak dan diperbanyak) sehingga mudah diseusaikan dengan kebutuhan akan uang
• Mempermudah pengiriman dalam jumlah besar
Uang Giral
Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain Bank Indonesia. Menurut UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992, definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Bentuk uang giral dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer.
Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Artinya, masyarakat boleh menolak dibayar dengan uang giral.
Terjadinya uang giral
Uang giral dapat terjadi dengan cara berikut.
• Penyetoran uang tunai kepada bank dan dicatat dalam rekening koran atas nama penyetor, penyetor menerima buku cek dan buku biro gilyet. Uang tersebut sewaktu-waktu dapat diambil atau penyetor menerima pembayaran utang dari debitur melalui bank. Penerimaan piutang itu oleh bank dibukukan dalam rekening koran orang yang bersangkutan. Cara di atas disebut primary deposit.
• Karena transaksi surat berharga. Uang giral dapat diciptakan dengan cara menjual surat berharga ke bank, lalu bank membukukan hasil penjualan surat berharga tersebut sebagai deposit dari yang menjual. Cara ini disebut derivative deposit
• Mendapat kredit dari bank yang dicatat dalam rekening koran dan dapat diambil sewaktu-waktu. Cara ini disebut dengan loan deposit.
Keuntungan menggunakan uang giral
Keuntungan menggunakan uang giral sebagai berikut.
• Memudahkan pembayaran karena tidak perlu menghitung uang
• Alat pembayaran yang dapat diterima untuk jumlah yang tidak terbatas, nilainya sesuai dengan yang dibutuhkan (yang ditulis oleh pemilik cek/bilyet giro)
• Lebih aman karena risiko uang hilang lebih kecil dan bila hilang bisa segera dilapokan ke bank yang mengeluarkan cek/bilyet giro dengan cara pemblokiran.
Uang Kuasi
Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestik.